Prilly Latuconsina Ungkap Tantangan FFI 2025, Waktu dan Efisiensi Anggaran
Prilly Latuconsina kembali menjabat sebagai Ketua Bidang Program FFI 2025. Ia ungkap tantangan waktu mepet, efisiensi anggaran, dan ambisi program kolaboratif lintas daerah demi kemajuan sinema Indonesia.
Showbizline – Aktris dan produser Prilly Latuconsina kembali dipercaya menjabat sebagai Ketua Bidang Program Festival Film Indonesia (FFI) 2025.
Prilly mengungkap tantangan besar yang dihadapinya tahun ini, terutama soal waktu persiapan yang sangat terbatas.
Meski begitu, ia tetap berkomitmen menjalankan program-program ambisius demi kemajuan industri film nasional.
“Tantangan terbesarnya itu mungkin waktu kali ya,” ujar Prilly sebagaimana dikutip dari Suara, Senin, 25 Agustus 2025.
Hanya Beberapa Bulan

Ia menjelaskan bahwa komite FFI baru mulai bekerja efektif pada bulan Juni, sementara agenda utama seperti Malam Nominasi dan Malam Puncak sudah dijadwalkan untuk Oktober dan November.
“Karena kemarin kan kita baru launching itu di sekitar bulan Juni, kita baru mulai kerja,” tambahnya.
Salah satu program unggulan FFI tahun ini adalah kolaborasi dengan tiga festival film lokal di Aceh, Palangkaraya, dan Bali.
Koordinasi lintas daerah ini menuntut penyesuaian jadwal yang sangat detail agar tidak bertabrakan dengan agenda utama FFI.
“Jadi tantangannya bagaimana bisa memaksimalkan semua program yang ada dengan waktu yang sangat mepet nih,” curhat Prilly.
Tetap Optimis di Balik Tekanan

Meski menghadapi tekanan, produser film Kukira Kau Rumah tetap optimis. Ia mengandalkan pengalaman tahun sebelumnya, di mana FFI sukses menggelar roadshow ke lima universitas.
Tahun ini, ia bertekad untuk mengulang bahkan melampaui pencapaian tersebut. “Bagaimana kita bisa mengulang itu bahkan melakukannya lebih baik dengan waktu yang lebih singkat gitu,” imbuhnya.
Selain tantangan waktu, Prilly juga harus menghadapi efisiensi anggaran dari Kementerian Kebudayaan. Namun, ia menegaskan bahwa keterbatasan dana tidak akan mengurangi kualitas program.
“Jadi sebenarnya berkurangnya anggaran tidak mengurangi semangat saya dalam membuat program yang baik untuk Festival Film Indonesia, karena kebetulan saya juga pintar mengatur keuangan,” ujarnya sambil tertawa.
Rayakan Keberagaman
Tema FFI 2025 adalah “Puspawarna Sinema Indonesia”, yang merayakan keberagaman warna dan cerita dalam sinema nasional. Prilly menjelaskan bahwa tema ini menjadi inspirasi untuk menciptakan program yang inklusif dan berdampak.
“Menciptakan kultur cerita yang unik, gamblang, dan berwarna, menjadi sebuah karya yang artistik,” kata Menteri Kebudayaan Fadli Zon dalam konferensi pers peluncuran FFI.
Dengan kerja tim yang solid dan semangat yang tak surut, Prilly Latuconsina membuktikan bahwa kepemimpinannya di FFI bukan sekadar simbol, melainkan kontribusi nyata bagi perfilman Indonesia.















