Home Showbiz & Celebrity Adrian Maulana Biasa Gunakan KRL, Bisa Dicontoh Pejabat Agar Dekat ke Rakyat
Showbiz & Celebrity

Adrian Maulana Biasa Gunakan KRL, Bisa Dicontoh Pejabat Agar Dekat ke Rakyat

Adrian Maulana kerap menggunakan KRL dari Bintaro ke Senayan sebagai tips hemat dan anti macet. Kebiasaan ini bisa jadi contoh pejabat agar lebih dekat dengan rakyat serta mendukung transportasi umum Jakarta.

Adrian Maulana dipuji karena biasa gunakan KRL ke kantor (Instagram/adrianmaulana)

ShowbizlineAdrian Maulana, sosok mantan presenter dan pebisnis sukses yang kini kerap menjadi inspirasi, dikenal dengan kebiasaannya menggunakan KRL (Kereta Rel Listrik) sebagai moda transportasi sehari-hari menuju kantor.

Kebiasaan sederhana ini ternyata memunculkan banyak perhatian publik, bahkan menjadi contoh positif yang bisa dicontoh oleh para pejabat agar lebih dekat dengan masyarakat.

Di tengah hiruk-pikuk kemacetan ibu kota Jakarta, Adrian yang tinggal di kawasan Bintaro memilih naik KRL untuk menghindari stres dan keterlambatan akibat padatnya lalu lintas.

Tidak hanya sebagai solusi efisien, sikap ini juga menunjukkan bagaimana pejabat atau tokoh publik dapat merasakan langsung kehidupan warga secara nyata.

“Kalau saya ke kantor, hampir selalu naik KRL. Selain lebih hemat serta bebas macet, saya bisa merasakan aktivitas keseharian masyarakat menggunakan transportasi umum,” ujar Adrian Maulana dalam salah satu kontennya yang viral.

Tips Naik KRL dari Bintaro ke Senayan oleh Adrian Maulana

Adrian secara rinci membagikan tutorial hemat perjalanan dari Bintaro menuju kawasan Senayan menggunakan KRL.
Adrian Maulana dipuji karena biasa gunakan KRL ke kantor (Instagram/adrianmaulana)

Adrian secara rinci membagikan tutorial hemat perjalanan dari Bintaro menuju kawasan Senayan menggunakan KRL. Ia biasa menggunakan Stasiun Pondok Ranji atau Jurangmangu sebagai titik keberangkatan.

Perjalanan menuju Stasiun Palmerah atau Tanah Abang berlangsung efektif dalam waktu kurang lebih 15 menit, melewati stasiun Kebayoran dan Palmerah.

Dengan tarif hanya sekitar Rp3.000 per perjalanan, KRL memberikan pilihan transportasi yang jauh lebih terjangkau dibanding biaya bensin, parkir, atau stres macet jika menggunakan kendaraan pribadi.

Untuk memastikan ketepatan waktu sampai di kantor, Adrian menyarankan agar berangkat pagi agar bisa menyesuaikan dengan jadwal KRL yang terprediksi dan tiba dengan nyaman tanpa khawatir terlambat.

Sikap disiplin ini juga mencerminkan profesionalisme yang dapat diterapkan oleh siapa saja, termasuk pejabat dan tokoh publik.

Mengapa Pejabat dan Tokoh Publik Perlu Mencontoh Adrian?

Perilaku Adrian Maulana ini memberi pelajaran penting bahwa pejabat tidak perlu jauh dari masyarakat dan bisa menggunakan moda transportasi yang sama.
Adrian Maulana dipuji karena biasa gunakan KRL ke kantor (Instagram/adrianmaulana)

Perilaku Adrian Maulana ini memberi pelajaran penting bahwa pejabat tidak perlu jauh dari masyarakat dan bisa menggunakan moda transportasi yang sama.

Dengan berbaur dalam kehidupan sehari-hari warga biasa di KRL, para pemimpin dapat lebih peka terhadap kebutuhan riil dan permasalahan yang dihadapi publik.

Penggunaan KRL atau transportasi umum juga sejalan dengan upaya mengurangi kemacetan dan polusi udara di Jakarta yang selama ini menjadi masalah utama kota besar.

Melalui contoh sederhana ini, pejabat bisa menunjukkan dukungan terhadap program pemerintah yang mendorong pemakaian transportasi massal yang ramah lingkungan.

Respon warganet pun cukup antusias, banyak yang mengapresiasi sikap merakyat ini. Bahkan tak sedikit yang berkomentar agar pejabat mencontoh Adrian agar lebih dekat kepada rakyatnya.

“Kalau dari Bintaro ke Senayan macet, coba deh naik KRL seperti Pak Adrian. Cepat, murah, dan nggak ribet.”

Pendekatan ini turut mengkritisi mereka yang terlalu bergantung pada kendaraan pribadi meski sering terjebak macet berkepanjangan.

Kiat Tambahan Maksimalkan Perjalanan KRL ala Adrian

Selain menghindari macet dan hemat biaya, perjalanan menggunakan KRL memungkinkan waktu produktif selama di kereta. Adrian dan rekan-rekannya biasa memanfaatkan waktu perjalanan untuk membaca, mengecek agenda kerja, atau bahkan mempersiapkan mental sebelum rapat di kantor.

Dengan demikian, perjalanan yang sebelumnya dianggap hanya buang-buang waktu, kini menjadi momen berharga untuk persiapan kerja.

Kebiasaan ini bukan sekadar soal efisiensi waktu dan biaya, tetapi juga filosofi hidup sederhana dan dekat dengan masyarakat yang bisa menjadi contoh bagi banyak orang, terutama para pemimpin dan pejabat publik.

Di tengah stigma yang kadang melekat pada pejabat agar selalu tampil mewah dan eksklusif, Adrian menunjukkan bahwa kesederhanaan dan pendekatan merakyat bisa mendekatkan diri pada publik yang sebenarnya.

Previously

Wakil Presiden Gibran Apresiasi Film Animasi Panji Tengkorak: “Saya sih Gas!”

Next

Melihat Cincin Tunangan Taylor Swift, Berlian Langka dengan Nilai Fantastis

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Showbizline
advertisement
advertisement