Home Beauty & Wellness Mitos Olahraga yang Masih Dipercaya dan Fakta Ilmiahnya
Beauty & Wellness

Mitos Olahraga yang Masih Dipercaya dan Fakta Ilmiahnya

Masih percaya olahraga harus banyak berkeringat atau dilakukan sebelum sarapan agar efektif? Simak penjelasan ilmiah tentang mitos olahraga yang sering disalahpahami dan fakta medis di baliknya.

Olahraga, antara mitos dan fakta (Istimewa)

ShowbizlineOlahraga telah lama dikenal sebagai salah satu cara paling efektif untuk menjaga kesehatan fisik dan mental.

Namun, di balik manfaatnya yang tak terbantahkan, masih banyak mitos seputar olahraga yang beredar luas dan dipercaya oleh masyarakat.

Mitos-mitos ini tak jarang membuat orang enggan memulai rutinitas olahraga atau justru melakukan aktivitas fisik dengan cara yang kurang tepat.

Olahraga Sebelum Sarapan Bakar Lemak Lebih Banyak

Salah satu mitos yang paling populer adalah anggapan bahwa olahraga sebelum sarapan akan membakar lebih banyak lemak.

Menurut laporan dari Center for Science in the Public Interest dan Heart and Stroke Foundation of Canada, klaim tersebut tidak sepenuhnya akurat.

Brad Schoenfeld, profesor ilmu olahraga dari Lehman College, menjelaskan bahwa meskipun tubuh menggunakan lebih banyak lemak sebagai bahan bakar saat berolahraga dalam kondisi perut kosong, studi menunjukkan tidak ada perbedaan signifikan dalam jumlah lemak tubuh yang hilang antara mereka yang berolahraga sebelum atau sesudah makan.

Makin Banyak Keluar Keringat, Makin Efektif

Mitos lain yang sering dipercaya adalah bahwa semakin banyak keringat yang keluar, maka semakin efektif olahraga yang dilakukan.
Makin banyak keringat, apakah lebih baik dan efektif olahraganya? (Istimewa)

Mitos lain yang sering dipercaya adalah bahwa semakin banyak keringat yang keluar, maka semakin efektif olahraga yang dilakukan.

Faktanya, jumlah keringat tidak selalu menjadi indikator keberhasilan olahraga. Keringat adalah mekanisme tubuh untuk mendinginkan diri, dan produksinya dipengaruhi oleh suhu udara, kelembapan, serta kondisi tubuh masing-masing individu.

Bahkan, seseorang bisa berkeringat banyak hanya dengan duduk di ruangan panas, tanpa melakukan aktivitas fisik berat.

Makin Lama Olahraga, Makin Baik

Durasi olahraga juga sering disalahpahami. Banyak yang mengira bahwa semakin lama berolahraga, maka semakin besar manfaatnya.

Padahal, menurut rekomendasi WHO, olahraga aerobik dengan intensitas sedang hingga berat selama 30 menit per hari, lima kali seminggu, sudah cukup untuk meningkatkan kebugaran dan membantu menurunkan berat badan.

Konsistensi dan kualitas latihan jauh lebih penting daripada lamanya durasi.

Sakit Setelah Olahraga = Berhasil

Tak kalah populer adalah mitos bahwa rasa sakit setelah olahraga menandakan latihan yang berhasil.
Beberapa mitos terkait olahraga dan bagaimana faktanya? (Istimewa)

Tak kalah populer adalah mitos bahwa rasa sakit setelah olahraga menandakan latihan yang berhasil.

Sebenarnya, rasa nyeri yang berlebihan bisa menjadi pertanda cedera atau latihan yang tidak sesuai dengan kemampuan tubuh. Olahraga yang ideal seharusnya memberikan efek positif tanpa membuat tubuh menderita.

Bahkan aktivitas ringan seperti jalan kaki selama 30 menit sudah memberikan manfaat besar bagi kesehatan jantung dan metabolisme.

Sit-up Paling Efektif untuk Mengecilkan Perut

Ada pula anggapan bahwa gerakan sit-up adalah cara paling efektif untuk mengecilkan perut. Padahal, pembakaran lemak tidak bisa ditargetkan hanya pada satu bagian tubuh.

Sit-up memang memperkuat otot perut, tetapi untuk mengurangi lemak di area tersebut, dibutuhkan kombinasi olahraga kardio, pola makan sehat, dan gaya hidup aktif secara keseluruhan.

Dengan memahami fakta-fakta ini, masyarakat diharapkan bisa lebih bijak dalam memilih jenis dan pola olahraga yang sesuai dengan kebutuhan tubuh.

Edukasi yang tepat akan membantu menghindari cedera, meningkatkan motivasi, dan menjadikan olahraga sebagai bagian dari gaya hidup sehat yang berkelanjutan.

Previously

Pesona Dewi Asia, Potret Son Ye-jin Tampil Memukau di Venice Film Festival 2025

Next

Seperti Jungkook BTS, 5 Artis Korea Ini Juga Mengidap ADHD

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Showbizline
advertisement
advertisement