Prilly Latuconsina Akui Sering Diinfus di Lokasi Syuting
Prilly mengungkapkan bahwa dirinya kerap memaksakan diri untuk terus bekerja meski dalam kondisi sakit.
Showbizline – Artis multitalenta Prilly Latuconsina secara terbuka membagikan pengalaman pribadinya mengenai kondisi kesehatannya yang sering kali ia abaikan demi menjaga komitmen kerja.
Pengakuan jujur ini menjadi peringatan penting bagi masyarakat tentang betapa vitalnya mendengarkan sinyal yang diberikan oleh tubuh sendiri.
Prilly mengungkapkan bahwa dirinya kerap memaksakan diri untuk terus bekerja meski dalam kondisi sakit. Seperti baru-baru ini ketika ia harus dilarikan ke rumah sakit karena demam dan muntah.
Sering Diinfus di Apartemen dan Lokasi Syuting

Bahkan, ia mengaku sering menjalani perawatan infus secara diam-diam baik di apartment maupun di lokasi syuting tanpa membatalkan jadwal pekerjaan.
“Sebenarnya aku sering sakit tapi diam-diam infus di apartment atau di lokasi dan tetap lanjut kerja karena nggak enak kalau harus batalkan jadwal,” ujar Prilly.
Alasannya klasik namun sering dialami banyak oran, rasa tidak enak hati dan kekhawatiran mengecewakan rekan kerja atau pihak production. “Takut mengecewakan orang lain,” imbuhnya.
Momen Penyesalan dan Kesadaran

Puncaknya terjadi ketika dokter menyarankan untuk dirawat inap. Refleks pertama yang muncul dari bibirnya justru pertanyaan apakah masih boleh menyelesaikan jadwal shooting terlebih dahulu.
“Bahkan semalam, saat dokter bilang harus opname, refleks aku masih nanya: ‘Nggak boleh shooting dulu dok?” Tolong jangan ditiru ya,” sambungnya.
Momen inilah yang kemudian menyadarkannya bahwa pola kerja yang ia jalani selama ini tidaklah sehat dan berpotensi membahayakan kondisi kesehatannya secara serius.
Keputusan untuk Beristirahat dan Pesan untuk Publik

Kini Prilly mengambil keputusan untuk benar-benar beristirahat dan sementara waktu menjauh dari aktivitas digital.
Ia secara terbuka meminta maaf atas pembatalan sejumlah pekerjaan dan mengingatkan semua orang untuk tidak mengulangi kesalahan yang sama.
“Kali ini aku belajar untuk benar-benar memprioritaskan tubuh, karena salah satu “obatnya” memang harus bedrest. Jadi aku mau off main handphone dulu yaa,” papar Prilly.
Pesannya jelas, mendengarkan tubuh adalah bentuk penghargaan tertinggi terhadap diri sendiri.
“Aku mohon maaf untuk semua pekerjaan yang terpaksa harus aku batalkan. Semoga tidak terlalu mengecewakan,” ucapnya.
Pelajaran Berharga untuk Semua Pekerja Kreatif
Pengalaman Prilly menjadi cermin bagi banyak pekerja kreatif yang sering mengabaikan kesehatan demi deadline dan tanggung jawab profesional.
Keseimbangan antara kerja dan kesehatan harus dijaga, karena tubuh yang sehat justru akan mendukung produktivitas yang berkelanjutan. Istirahat bukanlah kemewahan, melainkan kebutuhan dasar yang tidak boleh diabaikan.
Momen ini mengajarkan pentingnya tindakan preventif dalam menjaga kesehatan. Mengenali tanda-tanda kelelahan dan memberi waktu bagi tubuh untuk pulih adalah investasi jangka panjang bagi setiap individu, terutama mereka yang bekerja di industri dengan tekanan tinggi seperti entertainment.
“Buat kalian juga, jangan pernah abaikan sinyal yang tubuh kasih. Bagaimanapun, tubuh inilah yang setiap hari menopang kita—dia juga butuh kita jaga dan prioritaskan. Stay healthy and safe, semuanya,” tandas Prilly.















