The Shadow’s Edge Rajai Bioskop China, Intip Peran Penting Tony Leung Ka-fai
Penampilan Tony Leung Ka-fai menjadi sorotan utama yang memperkuat daya tarik film ini di pasar Asia dan internasional.
Showbizline – Film The Shadow’s Edge resmi dirilis di China pada 16 Agustus 2025 dan langsung mencuri perhatian publik.
Disutradarai oleh Larry Yang, film ini merupakan adaptasi longgar dari Eye in the Sky karya Yau Nai-hoi dan menjadi kolaborasi ketiga antara Jackie Chan dan Tony Leung Ka-fai setelah Island of Fire (1990) dan The Myth (2005).
Dengan genre aksi thriller yang dikemas dalam durasi 142 menit, The Shadow’s Edge berhasil merajai bioskop China dan mencetak pendapatan box office sebesar US$27,4 juta hanya dalam beberapa pekan penayangan.
Pertarungan Dua Veteran

Film ini mengisahkan pertarungan antara dua veteran yang berada di sisi hukum yang berseberangan.
Jackie Chan berperan sebagai Wong Tak-chung, mantan pakar intelijen yang dipanggil kembali untuk memburu sekelompok pencuri berteknologi tinggi.
Di sisi lain, Tony Leung Ka-fai memerankan Fu Lung-sang, seorang mantan agen intelijen yang kini menjadi buronan dan pemimpin kelompok pencuri.
Konflik antara Wong dan Fu menjadi inti dari narasi, menggambarkan pertarungan moral, strategi, dan penyesalan masa lalu yang membayangi keduanya.
Tony Leung Ka-fai, Sang “Bayangan” yang Menentukan Arah Cerita

Peran Tony Leung Ka-fai sebagai Fu Lung-sang menjadi salah satu elemen paling kuat dalam film ini.
Ia tampil sebagai sosok yang kompleks—seorang penjahat yang tidak sepenuhnya jahat, melainkan dibentuk oleh masa lalu dan pilihan hidup yang kelam.
Fu adalah pemimpin dari lima anak angkat yang ia latih menjadi pencuri profesional. Dalam salah satu adegan kunci, Fu berusaha mencegah anak-anaknya mencuri aset kripto senilai HK$1,5 miliar, menunjukkan bahwa ia masih memiliki batas moral yang tidak ingin dilanggar.
Bukan Sekadar Antagonis
Karakter Fu Lung-sang bukan hanya antagonis, tetapi juga cerminan dari dilema manusia yang terjebak antara loyalitas dan penebusan.
Tony Leung Ka-fai berhasil membawakan peran ini dengan intensitas emosional yang tinggi, membuat penonton tidak hanya membenci, tetapi juga memahami dan bersimpati terhadap tokohnya.
Chemistry antara Fu dan Wong Tak-chung menciptakan dinamika yin dan yang yang kuat, memperkuat tema utama film tentang bayangan masa lalu dan pencarian makna di tengah kekacauan.
Film ini juga mendapat pujian atas penggunaan teknologi dalam narasi, termasuk sistem pengawasan canggih Sky Eye dan elemen kriptografi yang menjadi bagian dari plot utama.
Dengan sinematografi oleh Qian Tiantian dan musik latar dari Nicolas Errèra, The Shadow’s Edge menyajikan pengalaman sinematik yang mendalam dan penuh ketegangan.
Penampilan Tony Leung Ka-fai menjadi sorotan utama yang memperkuat daya tarik film ini di pasar Asia dan internasional.















