Home Showbiz & Celebrity Mariah Carey Guncang Jakarta Lewat “The Celebration of Mimi”, Vokal Memukau di Tengah Keterbatasan Gerak
Showbiz & Celebrity

Mariah Carey Guncang Jakarta Lewat “The Celebration of Mimi”, Vokal Memukau di Tengah Keterbatasan Gerak

Konser Mariah Carey di Jakarta bertajuk “The Celebration of Mimi” sukses digelar di SICC, Bogor. Meski terbatas gerak karena fibromyalgia, sang diva tetap tampil memukau dengan suara lima oktaf.

Mariah Carey memberikan suguhan konser yang memukau di Jakarta (Instagram/mariahcarey)

ShowbizlineMariah Carey kembali menyapa penggemarnya di Indonesia lewat konser bertajuk “The Celebration of Mimi” yang digelar pada Sabtu, 4 Oktober 2025 di Sentul International Convention Center (SICC), Bogor.

Konser ini menjadi bagian dari tur global sang diva dalam rangka merayakan perjalanan kariernya selama lebih dari tiga dekade.

Ribuan penonton dari berbagai kota memadati venue sejak sore hari, menunjukkan antusiasme tinggi terhadap penampilan penyanyi legendaris yang telah menjual lebih dari 200 juta keping album di seluruh dunia.

Meski kini berusia 56 tahun, Mariah Carey tetap menunjukkan kualitas vokal yang luar biasa. Rentang suara lima oktaf yang menjadi ciri khasnya terdengar stabil dan emosional sepanjang konser.

Lagu-lagu ikonik seperti “Hero”, “We Belong Together”, “Always Be My Baby”, dan “Fantasy” dibawakan dengan penuh penghayatan, membuat penonton larut dalam nostalgia.

Konser ini juga menjadi ajang bagi Mariah untuk berbagi cerita pribadi di balik lagu-lagunya, menciptakan suasana intim di tengah kemegahan panggung.

Setlist Nostalgia dan Produksi Panggung Spektakuler

Konser “The Celebration of Mimi” dibuka dengan penampilan Boyzlife, kolaborasi antara Brian McFadden (eks Westlife) dan Keith Duffy (eks Boyzone), yang membawakan lagu-lagu era 90-an sebagai pemanasan.
Mariah Carey memberikan suguhan konser yang memukau di Jakarta (Instagram/mariahcarey)

Konser “The Celebration of Mimi” dibuka dengan penampilan Boyzlife, kolaborasi antara Brian McFadden (eks Westlife) dan Keith Duffy (eks Boyzone), yang membawakan lagu-lagu era 90-an sebagai pemanasan.

Tepat pukul 20.00 WIB, Mariah Carey naik ke panggung dengan balutan gaun berkilau dan tata cahaya dramatis.

Setlist malam itu mencakup deretan hits lintas dekade, termasuk “My All”, “Obsessed”, “I Still Believe”, “Without You”, dan “Love Takes Time”.

Penonton yang tergabung dalam komunitas Lambily menyambut setiap lagu dengan sorakan dan nyanyian bersama.

Produksi panggung yang megah turut memperkuat atmosfer konser. Visual latar 360 derajat, pencahayaan dinamis, dan tata suara berkualitas tinggi menjadikan setiap momen terasa sinematik.

Mariah juga menyisipkan single terbarunya, “Type Dangerous”, yang mendapat sambutan hangat dari penonton.

Sesi storytelling yang hangat dan personal menjadi nilai tambah, memperlihatkan sisi manusiawi sang diva di balik gemerlap panggung.

Keterbatasan Gerak dan Perjuangan Melawan Fibromyalgia

Di balik penampilan memukau tersebut, gerakan tubuh Mariah Carey yang terlihat terbatas sempat menjadi sorotan.
Mariah Carey memberikan suguhan konser yang memukau di Jakarta (Instagram/mariahcarey)

Di balik penampilan memukau tersebut, gerakan tubuh Mariah Carey yang terlihat terbatas sempat menjadi sorotan. Banyak penonton, termasuk selebriti Melaney Ricardo, mempertanyakan mengapa sang diva tampak kaku dan minim interaksi fisik di atas panggung.

Melalui riset pribadi dan unggahan media sosial, Melaney mengungkap bahwa Mariah Carey tengah berjuang melawan penyakit fibromyalgia, kondisi kronis yang menyebabkan nyeri menyeluruh dan kekakuan otot.

Fibromyalgia membuat Mariah sulit bergerak, bahkan untuk berjalan pun ia harus dituntun. Meski demikian, ia tetap tampil profesional dan menyuguhkan vokal yang nyaris tanpa cela.

“Badan gue emang udah susah untuk bergerak, tapi suara gue tidak akan pernah berubah untuk menghibur fans gue,” ujar Mariah seperti dikutip Melaney.

Selain fibromyalgia, Mariah juga diketahui menghadapi gangguan bipolar dan duka mendalam setelah kehilangan ibu dan adiknya.

Namun, semangatnya untuk tetap tampil di panggung menjadi bukti dedikasi dan cinta terhadap penggemarnya.

Konser ini bukan hanya menjadi perayaan musik, tetapi juga simbol keteguhan seorang artis dalam menghadapi tantangan hidup.

Mariah Carey membuktikan bahwa suara dan jiwa seni bisa tetap bersinar, bahkan di tengah keterbatasan fisik.

Previously

Elegan, Gaun Lamaran Syifa Hadju Rancangan Hian Tjen Curi Perhatian

Next

Kasus Viral Yai Mim VS Sahara, Konflik Tetangga Jadi Isu Nasional (Seri 5-Penutup)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Showbizline
advertisement
advertisement