NewJeans Terancam Denda Rp11,6 Miliar Usai Putus Kontrak dengan ADOR
NewJeans terancam denda Rp11,6 miliar usai kalah dalam gugatan pemutusan kontrak dengan ADOR. Simak kronologi konflik, putusan pengadilan, dan rencana banding dari pihak NewJeans.
SHOWBIZLINE – Kontroversi antara girl group NewJeans dan agensi mereka, ADOR, memasuki babak baru setelah Pengadilan Distrik Pusat Seoul memutuskan bahwa kelima anggota grup—Minji, Hanni, Danielle, Haerin, dan Hyein—dinyatakan kalah dalam gugatan hukum terkait pemutusan kontrak eksklusif.
Akibat keputusan tersebut, NewJeans diwajibkan membayar penalti sebesar 1 miliar won atau sekitar Rp11,6 miliar kepada ADOR sebagai konsekuensi hukum atas pemutusan kontrak secara sepihak.
Perseteruan ini bermula dari konflik internal yang mencuat sejak pergantian CEO ADOR, Min Hee Jin, oleh induk perusahaan HYBE.
Kelima anggota NewJeans secara terbuka menyatakan keberatan atas keputusan tersebut dan menyuarakan keinginan untuk tetap bekerja di bawah arahan Min Hee Jin, yang selama ini dikenal sebagai konseptor utama grup.
Ketegangan semakin memuncak ketika NewJeans menggelar konferensi pers pada November 2024 dan mengumumkan hengkang dari ADOR.
Putusan Pengadilan dan Status Kontrak Hingga 2029

Dalam sidang yang digelar pada 30 Oktober 2025, pengadilan menyatakan bahwa kontrak eksklusif yang ditandatangani antara NewJeans dan ADOR pada 21 April tetap sah dan berlaku hingga tahun 2029.
Hakim menegaskan bahwa pemecatan Min Hee Jin dari posisi CEO tidak dapat dijadikan dasar hukum untuk membatalkan kontrak para anggota NewJeans.
“Pemecatan Min Hee Jin yang dilakukan ADOR dari jabatannya sebagai CEO tidak memberikan legitimasi atas pemutusan kontrak eksklusif para personel NewJeans,” demikian pernyataan resmi dari pengadilan.
Dengan demikian, NewJeans secara hukum masih terikat sebagai artis di bawah naungan ADOR, dan pemutusan kontrak yang mereka lakukan dianggap tidak sah.
Selain harus membayar penalti, grup ini juga menghadapi ketidakpastian terkait aktivitas mereka ke depan, termasuk rencana comeback dan tur dunia yang sempat diumumkan.
Rencana Banding dan Sikap Kuasa Hukum NewJeans

Tak lama setelah putusan dibacakan, kuasa hukum NewJeans menyatakan bahwa pihaknya akan mengajukan banding.
Mereka menilai bahwa hubungan antara artis dan agensi telah rusak secara fundamental, sehingga sulit untuk melanjutkan kerja sama.
“Meskipun kami menghormati keputusan pengadilan, klien kami tetap berpendapat sulit untuk kembali ke ADOR dan melanjutkan aktivitas karena semua kepercayaan antara kedua belah pihak telah hancur,” ujar perwakilan hukum NewJeans.
Banding tersebut harus diajukan paling lambat pada 14 November 2025. Jika tidak ada upaya banding dari kedua pihak, maka keputusan pengadilan akan bersifat final dan mengikat.
Penggemar pun diminta bersabar menanti hasil proses hukum lanjutan yang akan menentukan masa depan grup yang debut pada tahun 2022 ini.
Dukungan Penggemar dan Langkah Min Hee Jin
Di tengah ketidakpastian ini, dukungan dari penggemar global terus mengalir untuk NewJeans. Banyak yang berharap agar grup ini tetap bisa berkarya, baik di bawah ADOR maupun melalui jalur independen.
Sementara itu, Min Hee Jin dikabarkan telah mendirikan agensi baru bernama OOAK (One Of A Kind) yang bergerak di bidang manajemen artis, produksi musik, dan perencanaan konser.
Langkah ini disebut-sebut sebagai bentuk antisipasi jika NewJeans berhasil lepas dari ADOR dan ingin melanjutkan karier bersama sang konseptor.
Kehadiran OOAK membuka kemungkinan baru bagi NewJeans, meskipun untuk saat ini mereka masih terikat secara hukum dengan ADOR.
Situasi ini menjadi sorotan besar di industri K-Pop, mengingat jarangnya kasus hukum terbuka antara idol group dan agensi besar seperti HYBE.















