Nicole Parham Disorot Lewat “Ipar Adalah Maut The Series”, Simak Perjalanan Kariernya
Nicole Parham kembali disorot lewat perannya sebagai Rani di “Ipar Adalah Maut The Series”. Simak perjalanan kariernya dari sinetron hingga layar lebar, lengkap dengan pencapaian dan pengaruhnya di industri hiburan Indonesia.
SHOWBIZLINE – Nicole Parham kembali mencuri perhatian publik setelah tampil sebagai pemeran Rani dalam serial televisi “Ipar Adalah Maut The Series”.
Serial ini tidak hanya memperkuat posisinya sebagai aktris muda berbakat, tetapi juga membuka ruang diskusi tentang kualitas akting generasi baru di industri hiburan Indonesia.
Penampilannya yang emosional dan penuh intensitas dalam serial tersebut menjadi bukti bahwa Nicole bukan sekadar wajah baru, melainkan talenta yang terus berkembang.
Popularitas Nicole Parham bukanlah hasil instan. Ia telah menapaki dunia seni peran sejak usia dini dan menunjukkan konsistensi dalam membangun kariernya.
Dengan latar belakang keturunan Australia dan Indonesia, Nicole membawa warna tersendiri dalam setiap karakter yang ia perankan.
Keberhasilannya dalam “Ipar Adalah Maut” menjadi titik penting dalam perjalanan panjangnya sebagai aktris yang tidak hanya cantik, tetapi juga memiliki kedalaman emosi dan teknik akting yang matang.
Awal Karier dan Debut di Dunia Sinetron

Nicole Adelaide Parham lahir pada 13 Maret 2004. Ia memulai debut aktingnya pada tahun 2012 dengan memerankan karakter Kasih dalam sinetron “Dewa” yang tayang di RCTI.
Peran tersebut menjadi pintu masuknya ke dunia hiburan tanah air dan memperkenalkan Nicole sebagai aktris cilik yang menjanjikan.
Sejak saat itu, ia terus aktif membintangi berbagai judul sinetron dan menunjukkan perkembangan signifikan dalam kualitas aktingnya.
Menembus Layar Lebar dan Genre Beragam
Tidak hanya berkutat di sinetron, Nicole juga merambah dunia film. Pada tahun 2018, ia tampil dalam film horor “Bisikan Iblis” sebagai Hilda.
Penampilannya di genre horor berlanjut dalam “Pesugihan: Bersekutu dengan Iblis” (2023), dan ia juga menjajal genre romansa remaja lewat “Bad Boy in Love” (2024).
Keberaniannya mengeksplorasi berbagai genre membuktikan fleksibilitas dan komitmennya dalam dunia seni peran.
Sinetron Populer dan Peran Ikonik

Nicole dikenal luas lewat perannya dalam sinetron “Putri untuk Pangeran”, “Dunia Kiara”, dan “Sayap Cinta Terindah”.
Di tahun 2025, ia kembali dipercaya membintangi “Cinta Cinderella”, memperkuat eksistensinya sebagai aktris yang mampu membawa karakter dengan daya tarik kuat.
Peran-peran tersebut memperlihatkan kemampuannya membangun karakter yang relatable dan emosional, menjadikannya favorit di kalangan penonton muda.
Pengakuan Industri dan Nominasi Bergengsi
Nicole Parham pernah masuk nominasi Pendatang Baru Ter-dahsyat dalam ajang Dahsyatnya Awards 2020.
Ia juga meraih dua nominasi di Indonesian Drama Series Awards 2021 untuk kategori Pemeran Pendukung Wanita Terfavorit dan Pemeran Antagonis Terfavorit berkat perannya di “Putri untuk Pangeran”.
Meskipun belum membawa pulang piala, pencapaian ini menunjukkan pengakuan industri terhadap kualitas aktingnya.
Kehadiran di Media Sosial dan Hubungan dengan Penggemar
Di luar layar, Nicole aktif membagikan momen pribadi dan profesional melalui akun Instagram-nya yang kini diikuti lebih dari 700 ribu penggemar.
Kehadirannya di media sosial memperkuat ikatan dengan audiens dan memperlihatkan sisi lain dari kehidupannya sebagai figur publik.
Interaksi yang hangat dan autentik membuatnya semakin dicintai oleh penggemar dari berbagai kalangan.















