Denada Disebut Kurus karena Narkoba, Ini Fakta Sebenarnya di Balik Transformasi Tubuhnya
Denada bantah tudingan kurus karena narkoba. Ia ungkap fakta transformasi tubuhnya lewat gaya hidup sehat, olahraga rutin, dan konsultasi gizi sejak 2020. Simak penjelahan lengkapnya di sini.
SHOWBIZLINE – Penampilan terbaru Denada kembali menjadi sorotan publik setelah tubuhnya terlihat jauh lebih kurus dibandingkan sebelumnya.
Perubahan fisik yang signifikan ini memicu berbagai spekulasi, termasuk tudingan bahwa ia menggunakan narkoba.
Namun, Denada dengan tegas membantah anggapan tersebut dan menjelaskan bahwa transformasi tubuhnya adalah hasil dari proses panjang yang ia jalani sejak tahun 2020.
“Gue memang dengar, gue dibilang pakai narkoba karena saking kurusnya. Mungkin orang berpikir begitu karena badan gue tiba-tiba mengecil, dan itu terjadi bertepatan dengan momen ibu gue meninggal,” ujar Denada saat podcast bersama Melaney Ricardo.
Denada mengungkap bahwa penurunan berat badannya bukanlah hasil instan, melainkan buah dari gaya hidup sehat dan rutinitas olahraga yang ia tekuni secara konsisten.
Kini berat badannya mencapai 50 kilogram, dan perubahan tersebut terjadi seiring dengan keputusan besar dalam hidupnya, beralih profesi dari penyanyi menjadi instruktur zumba.
Di tengah cobaan hidup, termasuk kehilangan sang ibu Emilia Contessa dan perjuangan mendampingi sang putri Aisha Aurum, Denada justru memilih untuk memperkuat tubuh dan mentalnya melalui kebugaran.
Perjalanan Menjadi Instruktur Zumba dan Gaya Hidup Sehat

Sejak memutuskan menjadi instruktur zumba pada tahun 2020, Denada mulai menjalani latihan fisik intensif demi menjaga stamina dan performa.
Ia dibimbing oleh sahabat sekaligus partner bisnis yang juga menjadi pelatih pribadi kebugaran.
Peran sebagai instruktur membuatnya harus memiliki kondisi tubuh yang prima, karena aktivitas harian yang padat dan dinamis menuntut energi tinggi.
“Saat itu gue punya sahabat sekaligus partner bisnis yang jadi pelatih pribadi kebugaran. Dia bantu gue mempersiapkan diri secara fisik dan hal-hal lainnya,” jelas Denada.
Selain olahraga rutin, Denada juga berkonsultasi dengan dokter gizi untuk menyeimbangkan pola makan.
Ia bekerja sama dengan sport nutritionist dr Emilia Achmadi untuk memahami kebutuhan tubuhnya secara lebih mendalam.
Menurut Denada, berat badannya sering naik turun karena faktor metabolisme dan hormon, sehingga pendekatan nutrisi yang tepat menjadi kunci dalam menjaga kestabilan tubuh.
“Dia bantu gue memahami badan gue, kenapa berat badan gue sering naik turun. Pada akhirnya kita memang harus mengerti tubuh kita sendiri,” katanya.
Transformasi yang Tidak Terlihat oleh Publik

Denada menekankan bahwa banyak orang hanya melihat hasil akhir dari transformasi tubuhnya, tanpa mengetahui proses panjang yang telah ia jalani selama bertahun-tahun.
Ia mulai mengubah gaya hidup sejak 2020, menjaga pola makan, dan berolahraga secara konsisten. Perubahan tersebut bukanlah hasil dari tindakan instan atau ekstrem, melainkan bentuk komitmen terhadap kesehatan dan kebugaran.
“Orang cuma lihat sekarang gue kurus, padahal prosesnya udah lama banget. Dari 2020 gue udah mulai ubah gaya hidup, olahraga rutin, makan dijaga, sampai akhirnya badan gue bisa seperti sekarang,” tutupnya.















