Home Showbiz & Celebrity Fakta Menarik Film ‘Predator: Badlands’, Keberanian Membalik Narasi Franchise Sebelumnya
Showbiz & Celebrity

Fakta Menarik Film ‘Predator: Badlands’, Keberanian Membalik Narasi Franchise Sebelumnya

Predator: Badlands hadir dengan sudut pandang baru dari sang Yautja, mengisahkan konflik batin dan kerja sama tak terduga dengan android. Film ini memperluas semesta Predator dan terhubung langsung dengan dunia Alien.

Film Predator: Badlands (IMDB)

SHOWBIZLINE – Film Predator: Badlands resmi tayang di bioskop Indonesia pada 5 November 2025 dan langsung mencuri perhatian penggemar sci-fi.

Disutradarai oleh Dan Trachtenberg, sosok di balik kesuksesan Prey (2022), film ini membawa pendekatan yang berbeda dari film-film sebelumnya dalam franchise Predator.

Jika biasanya Yautja digambarkan sebagai pemburu brutal yang memburu manusia, kali ini penonton diajak menyelami sisi emosional dan konflik batin dari salah satu anggotanya.

Cerita berpusat pada Dek, seorang Predator muda yang diasingkan dari klannya karena menolak membunuh makhluk tak bersalah dalam ujian kehormatan.

Ia kemudian terdampar di planet tandus bernama Badlands, tempat yang penuh dengan alien buas dan kondisi ekstrem.

Di tengah perjuangannya bertahan hidup, Dek bertemu dengan Thia, android berwujud perempuan muda yang memiliki misi melindungi umat manusia.

Keduanya terpaksa bekerja sama untuk bertahan di dunia yang keras, membentuk ikatan yang tidak biasa antara mesin dan makhluk pemburu.

Perspektif Baru dalam Waralaba Predator

Salah satu hal paling mencolok dari Predator: Badlands adalah keberaniannya membalik sudut pandang naratif.
Film Predator: Badlands (IMDB)

Salah satu hal paling mencolok dari Predator: Badlands adalah keberaniannya membalik sudut pandang naratif. Alih-alih menempatkan manusia sebagai protagonis, film ini justru menempatkan Yautja sebagai tokoh utama.

Pendekatan ini memberikan kedalaman karakter yang belum pernah dieksplorasi sebelumnya dalam franchise ini.

Dek bukan hanya pemburu, tetapi juga makhluk yang bergulat dengan nilai-nilai moral dan identitasnya sendiri.

Dan Trachtenberg kembali dipercaya memimpin proyek ini karena keberhasilannya menghidupkan kembali semangat orisinal Predator lewat Prey.

Dalam Badlands, ia memadukan elemen aksi khas franchise dengan nuansa petualangan luar angkasa yang sinematik.

Visualisasi planet Genna—nama lain dari Badlands—dihadirkan dengan detail memukau, mulai dari flora eksotis hingga lanskap brutal yang memperkuat atmosfer survival.

Koneksi Langsung dengan Semesta Alien

Menariknya, Predator: Badlands juga menyisipkan koneksi langsung dengan semesta Alien, memperkuat teori bahwa kedua waralaba ini berada dalam satu jagat sinematik.
Film Predator: Badlands (IMDB)

Menariknya, Predator: Badlands juga menyisipkan koneksi langsung dengan semesta Alien, memperkuat teori bahwa kedua waralaba ini berada dalam satu jagat sinematik.

Beberapa elemen visual dan narasi mengisyaratkan keterkaitan dengan teknologi Weyland-Yutani dan keberadaan spesies Xenomorph.

Hal ini tentu menjadi daya tarik tersendiri bagi penggemar lama yang mengikuti perkembangan semesta Alien vs. Predator sejak awal 2000-an.

Kehadiran karakter android Thia juga menjadi pengingat akan arketipe android dalam semesta Alien, seperti Ash dan David.

Thia tidak hanya menjadi pendamping Dek, tetapi juga simbol dari konflik antara program dan perasaan, memperkaya dinamika cerita yang sudah kompleks.

Sambutan Positif dan Potensi Sekuel

Sejak dirilis, Predator: Badlands mendapat sambutan positif dari kritikus dan penonton. Film ini dipuji karena keberaniannya mengeksplorasi sisi emosional dari karakter yang selama ini dikenal sebagai antagonis.

Dengan skor tinggi di berbagai platform ulasan film, Badlands disebut-sebut sebagai salah satu proyek paling ambisius dalam sejarah waralaba Predator.

Keberhasilan ini membuka peluang besar bagi kelanjutan cerita Dek dan eksplorasi lebih dalam terhadap budaya Yautja.

Dengan pendekatan yang lebih manusiawi dan sinematik, Predator: Badlands bukan hanya memperluas semesta, tetapi juga memperbarui relevansi franchise ini di tengah persaingan ketat film fiksi ilmiah modern.

Previously

Kronologi Konflik ARMY, Somethinc, dan RM BTS yang Libatkan Indy Barends, Ramai di Media Sosial

Next

Erspo Dihujat Usai Gaet Azizah Salsha di JFW 2026, Netizen Ramai-ramai Serukan Boikot

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Showbizline
advertisement
advertisement