Benarkah Telur Ayam Kampung Lebih Sehat dari Telur Ayam Negeri? Ini Ulasannya
Banyak orang percaya telur ayam kampung lebih sehat dari telur ayam negeri. Benarkah demikian? Simak penjelasan ilmiah tentang perbedaan nilai gizi, rasa, dan manfaatnya di sini.
SHOWBIZLINE – Bagi banyak orang Indonesia, telur ayam kampung sering dianggap lebih sehat, alami, dan bergizi tinggi dibanding telur ayam negeri.
Rasanya yang gurih dan kuning telurnya yang lebih pekat membuat banyak orang merasa yakin: “Yang kampung pasti lebih alami.” Namun, apakah persepsi itu benar secara ilmiah?
Untuk memahami perbedaannya, kita perlu tahu dulu bahwa ayam kampung dan ayam negeri hidup dalam kondisi yang sangat berbeda.
Ayam kampung umumnya dibiarkan mencari makan sendiri — biji-bijian, serangga, dan hijauan — sehingga makanannya lebih beragam.
Sedangkan ayam negeri atau ayam ras petelur hidup di kandang dengan pakan buatan pabrik yang sudah diatur kandungan nutrisinya.
Kedua sistem ini ternyata memberi hasil yang berbeda — baik pada komposisi lemak, protein, maupun rasa telur.
Fakta Gizi: Sama-Sama Bernutrisi, Tapi dengan Nuansa Berbeda
Menurut data dari Kementerian Pertanian RI dan penelitian Departemen Gizi IPB, secara umum kandungan protein telur ayam kampung dan ayam negeri tidak jauh berbeda — sekitar 6–7 gram protein per butir.
Namun, perbedaan terletak pada lemak dan mikronutrien. Telur ayam kampung cenderung mengandung lebih banyak asam lemak omega-3 dan vitamin A serta E, tergantung dari pola makannya.
Ini membuatnya sering disebut “lebih sehat” karena mendukung fungsi otak dan daya tahan tubuh.
Sementara telur ayam negeri yang diproduksi massal memiliki komposisi yang stabil dan higienis, karena pakan dan lingkungan dikontrol ketat oleh peternakan. Dari sisi keamanan pangan, telur negeri justru bisa lebih terjamin kebersihannya.
Menurut dr. Tan Shot Yen, seorang dokter gizi klinis, “Yang menentukan nilai gizi telur bukan hanya jenis ayamnya, tapi apa yang ayam itu makan.
Ayam kampung bisa lebih bergizi kalau makanannya alami, tapi ayam negeri juga bisa sama sehatnya bila pakan diformulasikan dengan baik.”
Soal Rasa, Kenapa Telur Kampung Lebih Gurih?
Salah satu alasan utama telur kampung terasa lebih gurih adalah karena proporsi lemak dan kolesterolnya sedikit berbeda.
Ayam kampung yang lebih aktif dan makan beragam bahan alami cenderung menghasilkan telur dengan kandungan lemak tak jenuh yang lebih kompleks, yang berkontribusi pada aroma dan cita rasa khas.
Selain itu, kuning telur ayam kampung biasanya lebih pekat karena mengandung karotenoid dari hijauan dan serangga yang dimakan ayam.
Zat ini tidak hanya memberi warna kuning-oranye yang cantik, tapi juga berperan sebagai antioksidan alami.
Namun dari sisi harga dan efisiensi, telur ayam negeri tetap unggul. Dengan produksi tinggi dan kontrol kualitas modern, telur ini lebih mudah didapat dengan harga terjangkau, tetap bergizi, dan aman dikonsumsi setiap hari.
Kesimpulan: Sehat Itu Soal Keseimbangan
Jadi, apakah telur ayam kampung lebih sehat dari telur ayam negeri? Jawabannya: tidak selalu.
Keduanya sama-sama sumber protein berkualitas tinggi, bergizi, dan bermanfaat bagi tubuh. Telur ayam kampung unggul dalam rasa dan beberapa mikronutrien, sedangkan telur ayam negeri lebih stabil, higienis, dan ekonomis.
Yang terpenting bukan jenis ayamnya, tetapi cara pemeliharaan, pakan, dan keseimbangan konsumsi kita.
Karena pada akhirnya, seperti kata ahli gizi IPB, “Tak ada makanan super, yang penting asupan harian kita seimbang.”





















