Nasib Aset Jeffrey Epstein, Dari Pulau Pribadi hingga Mansion Mewah
Jeffrey Epstein meninggalkan kekayaan besar yang mencakup pulau pribadi, mansion Manhattan, ranch New Mexico, dan properti internasional. Setelah kematiannya, aset-aset ini dijual dan hasilnya digunakan sebagian besar untuk kompensasi korban serta penyelesaian hukum.
SHOWBIZLINE – Jeffrey Epstein, sosok finansier kaya yang identitas kejahatannya menjadi sorotan global, bukan hanya terkenal karena kasus kriminalnya, tetapi juga karena kerajaan aset mewah yang luar biasa.
Ketika ia meninggal pada Agustus 2019, nilai asetnya diperkirakan mencapai ratusan juta dolar AS, termasuk pulau pribadi di Karibia, rumah-rumah mewah, dan tanah luas di Amerika dan Eropa.
Namun setelah kematiannya, aset-aset itu tidak lagi menjadi miliknya secara pribadi. Melalui proses hukum yang panjang, mayoritas properti dan kekayaan tersebut akhirnya dilego, disita, atau digunakan untuk menyelesaikan tuntutan hukum dan kompensasi bagi korban eksploitasi seksual.
Kekayaan yang Mencakup Pulau Pribadi dan Real Estate Mewah

Pada saat kematiannya, estate (harta peninggalan) Epstein diperkirakan bernilai antara sekitar $560–600 juta USD, dengan mayoritas berasal dari real estate, investasi, dan instrumen keuangan lainnya.
Kekayaan bersih ini termasuk townhouse di Manhattan, mansion di Palm Beach, ranch luas di New Mexico, apartemen di Paris, dan dua pulau pribadi dekat St. Thomas di U.S. Virgin Islands.
Salah satu yang paling dikenal adalah Little St. James Island, yang Epstein beli pada 1998 dan kemudian disebut media sebagai “pedophile island”.
Tepat di sebelahnya, ia juga membeli Great St. James Island pada 2016, yang sebelumnya lebih tak tersentuh. Kedua pulau ini menjadi simbol dari gaya hidup eksklusifnya, sekaligus lokasi yang dibahas dalam gugatan hukum terkait eksploitasi.
Proses Penjualan dan Distribusi Aset
Setelah kematian Epstein, estate-nya memasuki proses administrasi hukum yang kompleks, termasuk penjualan aset penting untuk menutup berbagai kewajiban.
Dari 2019 sampai 2023, hampir semua properti dijual dengan nilai total sekitar $160 juta, meskipun nilai awalnya sering jauh lebih tinggi dalam penilaian pasar.
Beberapa contoh nyata dari penjualan aset ini:
- Townhouse di 9 East 71st Street, Manhattan: Mansion berlantai tujuh di Upper East Side ini, dulu terkait erat dengan penyelidikan kasus Epstein, dijual sekitar $51 juta pada 2021, meskipun sempat dipatok hingga $88 juta. Hasil penjualan digunakan untuk membiayai settlement dan program kompensasi.
- Palm Beach Mansion (Florida): Rumah tepi pantai yang dibeli Epstein pada 1990 senilai $2,5 juta itu akhirnya dijual, dan lot kosongnya kini menjadi properti baru yang berkembang. Hasilnya juga dialirkan ke dana kompensasi korban.
- Zorro Ranch, New Mexico: Ranch seluas ribuan hektar di Santa Fe terjual pada 2023 setelah beberapa kali dicantumkan untuk dilego. Hasilnya dipakai untuk kebutuhan administrasi estate, termasuk pembayaran kreditor.
- Apartemen di Paris, Perancis: Pemilik apartemen di Avenue Foch akhirnya menjualnya sekitar 2022, dan sebagian hasilnya kembali ke estate untuk disalurkan.
Penjualan Pulau Pribadi dan Perjanjian dengan Pemerintah
Dua pulau yang paling terkenal milik Epstein—Little St. James dan Great St. James—dilego sekaligus pada 2023 kepada investor pribadi (Stephen Deckoff) sekitar $60 juta, jauh di bawah harga permintaan awal yang pernah mencapai angka jauh lebih tinggi.
Merujuk kesepakatan hukum antara estate Epstein dan Pemerintah U.S. Virgin Islands, setengah dari hasil penjualan pulau itu disalurkan ke trust khusus yang dirancang untuk mendukung korban kekerasan seksual dan perdagangan manusia di wilayah tersebut.
Kesepakatan ini juga mengharuskan estate membayar tunai serta menyerahkan keuntungan atas manfaat pajak yang sempat dinikmati Epstein.
Aset, Kompensasi Korban, dan Sisa Estate
Selain properti, estate Epstein juga menyalurkan sejumlah dana untuk program kompensasi bagi korban. Data terbaru menunjukkan estate sudah membayar lebih dari $160 juta kepada korban eksploitasi, termasuk penyelesaian gugatan hukum dan denda terhadap pemerintah U.S. Virgin Islands.
Di sisi lain, estate juga menerima sejumlah pengembalian pajak (tax refund) lebih dari $112 juta, sehingga total aset tersisa pada akhir 2025 masih mencapai angka tertentu yang sedang dikelola melalui trust.
Sebagian besar sisa ini masih harus dialokasikan sesuai hukum probate (penyelesaian warisan) dan tuntutan lain yang belum final.
Arti dari Nasib Aset Epstein
Bagian penting dari proses hukum pascakematian Epstein adalah bagaimana aset-aset yang dulu menggambarkan kekayaan tak terduga kini digunakan sebagai alat pemulihan bagi korban dan penyelesaian kewajiban hukum. Ini menunjukkan dua hal penting:
- Estate hukum di AS dapat memaksa penjualan aset kuantitatif jika ada klaim korban atau gugatan sipil yang belum diselesaikan.
- Proses administrasi estate bukan sekadar redistribusi kekayaan, tapi juga bagian dari mekanisme hukum untuk menutup dampak kejahatan yang telah terjadi.
Jeffrey Epstein tidak hanya terkenal sebagai pelaku kriminal, tetapi juga sebagai nama yang melekat pada portofolio aset besar dan kompleks. Setelah kematiannya, proses hukum membawa aset-aset tersebut keluar dari kendali pribadinya, dilego, dan hasilnya sebagian besar digunakan untuk:
- kompensasi korban,
- pembayaran utang dan biaya hukum,
- dan penyelesaian klaim hukum terhadap estate.
Ini menunjukkan bahwa meskipun seseorang bisa mengumpulkan kekayaan besar, hukum dan proses administratif dapat menempatkannya kembali di tangan publik dan korban ketika ada kejahatan dan tanggung jawab yang belum dituntaskan.


















